`

Mengenal Cara Kerja Facial Recognition

Sebagian besar kita sudah tidak asing lagi dengan istilah Facial Recognition atau Pengenalan Wajah beserta kegunaannya sehari-hari. Misalnya Face ID di iPhone yang digunakan untuk membuka layar ponsel, log in ke dalam aplikasi, hingga verifikasi ketika melakukan pembayaran. Sesimpel dengan menunjukkan wajah, proses terkait akan cepat terselesaikan. Sama halnya dengan fitur Trusted Face di Android

Kegunaan praktis Facial Recognition telah diadopsi luas dalam kurun satu dekade terakhir, terlebih di dunia informasi dan komputer. Namun, apa kalian tahu apa yang dimaksud dengan Facial Recognition sendiri?

Secara garis besar, Facial Recognition merupakan teknologi yang memanfaatkan potret wajah manusia dalam proses identifikasi. Teknologi ini mampu mendeteksi wajah baik di dalam foto, video, maupun pantauan real-time. Kemampuan Facial Recognition dalam mendeteksi wajah didukung oleh penggunaan biometrik andal memetakan wajah. Termasuk biometrik lain yaitu voice recognition, fingerprint recognition, hingga iris recognition. Saat ini, institusi keamanan dan hukum seperti kepolisian dan pengadilan menggunakan Face Recognition untuk secara luas menunjang penuntasan kasus kriminal.

Bagaimana Facial Recognition bekerja?

Selayaknya kita sebagai manusia yang bisa mengenali wajah orang lain karena sering bertemu, sehingga mampu mengenali seperti apa rupa wajah si A, B, atau C, maka teknologi Facial Recognition juga melakukan hal serupa. Adalah machine learning sistem yang bekerja selaku otaknya komputer. Berikut gambaran umum bagaimana sesungguhnya facial recognition bekerja:

Langkah Pertama

Hal pertama yang dilakukan oleh machine learning disebut dengan proses deteksi (detection). Langkah ini ialah mencari wajah pada suatu foto. Pada tahap ini machine learning hanya berupaya mendeteksi ada tidaknya wajah.

Langkah Kedua

Selanjutnya, machine learning memproses hasil wajah yang teridentifikasi ke dalam proses yang dinamakan analisis. Pada tahap ini, sistem mulai menghitung jarak antara mata, bentuk hidung, rupa pipi, hingga jarak antara hidung dengan mulut. Kemudian, hasilnya dikonversi ke dalam perhitungan matematis yang disebut sebagai faceprint. Hasil dari proses ini adalah tanda wajah yang kita miliki.

Langkah Ketiga

Di tahap terakhir yang disebut dengan pengenalan (recognition), di mana sistem mengonfirmasi identitas wajah seseorang dalam foto serta menandainya. Proses ini dikenal juga sebagai verifikasi akhir. Lebih lanjut, sistem juga membandingkan hasil verifikasinya dengan data yang dimiliki untuk memeriksa kecocokannya. Setelah itu, wajah kita selesai dan telah terdaftar dalam sistem.

Kegunaan Face Recognition

Hari ini, banyak bidang profesional yang menggunakan face recognition untuk membantu pekerjaan supaya lebih mudah. Hal ini didukung oleh akurasinya yang tinggi hingga 99.97% kecocokan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Standards and Technology. Bahkan tes serupa yang dilakukan oleh Center for Strategic & International Studies (CSI) menunjukkan angka galat dari satu algoritma hanya 0.1% pada kondisi bagus dan 9.3% galat ketika ditangkap oleh kamera publik. 

Siapa yang menggunakan dan apa kegunaan Facial Recognition? Berikut beberapa di antaranya:

Bisnis ritel

Pelaku usaha ritel memanfaatkan teknologi Facial Recognition untuk memetakan pelanggan dengan preferensi produk yang mereka beli.

Kepolisian

Para penegak hukum menggunakan untuk mencari buron atau pelaku kriminal. Melalui foto yang dimiliki, mereka akan tertangkap lebih cepat. Misal saja hampir 1.500 teroris, penjahat, buronan, orang yang berkepentingan atau orang hilang telah diidentifikasi sejak peluncuran sistem face recognition oleh INTERPOL pada akhir 2016.

Produk smartphone

Seperti Apple dengan Face ID dan Android dengan Trusted Face.

 

Penulis: Muhammad Alif Alauddin

Editor: M. Wahyu Hidayat