`

AI Adalah Mesin dengan Kecerdasan Menyerupai Manusia

Perkembangan teknologi yang sangat pesat mendorong manusia untuk terus mengikutinya. Teknologi yang semakin berkembang ini juga diterapkan dalam hampir setiap bidang di dalam kehidupan manusia. Salah satu teknologi yang sedang berkembang dan banyak digunakan akhir-akhir ini adalah Artificial Intelligence (AI).

Definisi AI

Secara praktis, AI adalah kecerdasan buatan yang dijalankan oleh mesin dan berbeda dengan kecerdasan alami manusia. Secara keilmuan, AI adalah bagian dari ilmu komputer yang melibatkan pengembangan program komputer untuk menyelesaikan tugas-tugas yang seharusnya membutuhkan kecerdasan manusia (Mohammed, 2019).

Selain itu, AI adalah sebuah terminologi yang mencakup berbagai teknologi dan aplikasi yang memiliki kemiripan dengan kecerdasan alami manusia dan sangat terbuka untuk interpretasi. Istilah ini juga mengacu pada suatu sistem yang menampilkan perilaku cerdas dalam menganalisis atau memutuskan suatu tindakan untuk mencapai tujuan tertentu (Boucher, 2020).

AI adalah mesin yang menghasilkan ide dan wawasan internal, yang dapat diuji lebih lanjut sebelum diterapkan. Namun, mesin AI yang membuat keputusan tertentu memerlukan penjelasan lebih lanjut dan uji coba lebih banyak untuk memastikan akurasi keluaran. AI juga adalah sekumpulan teknologi yang dapat digunakan dalam aplikasi, sistem hingga solusi untuk meningkatkan kemampuan fungsional tertentu (Austin, 2017). 

Cara kerja dan jenis-jenis AI

Cara kerja AI adalah menggabungkan data dalam jumlah besar melalui proses berulang yang cepat. AI juga melibatkan algoritma yang mampu memproses pembelajaran, persepsi, pemahaman bahasa, penalaran logis hingga memecahkan permasalahan. Hal ini memungkinkan perangkat lunak untuk belajar secara otomatis dari pola atau fitur dalam data.

Teknologi AI juga memiliki beberapa tipe. Tipe pertama disebut juga sebagai narrow AI. Tipe narrow AI adalah mesin kecerdasan non-makhluk hidup yang dibentuk untuk melakukan tugas lebih sederhana seperti mesin pencarian internet. AI tipe ini mampu mengungguli kemampuan manusia dalam apa pun tugas spesifikasinya, seperti menyelesaikan persamaan.

Tipe kedua adalah purely reactive. Mesin AI ini tidak menyimpan memori atau memanfaatkan pengalaman masa lalu untuk memutuskan suatu tindakan di masa yang akan datang. 

Selanjutnya, tipe limited memory dapat menyimpan data dalam waktu singkat. Mesin ini juga menggunakan data dalam waktu tertentu dan tidak menambahkannya dalam data bank.

Kemudian theory of mind, merupakan mesin yang dapat meniru model mental manusia dengan merepresentasi dunia, agen dan entitas lainnya.

Terakhir, tipe self-awareness, merupakan mesin fiksi ilmiah yang diharapkan mampu beroperasi seperti manusia contohnya memprediksi kebutuhan dan tuntutannya sendiri (Mohammed, 2019). Tiap mesin AI memiliki tingkat persyaratan yang berbeda, tergantung pada masing-masing tipe dan menyesuaikan kebutuhan pengguna (Alaybeyi, 2019).

Subbidang AI

AI pun memiliki beberapa subbidang dan salah satu yang terbesar adalah Machine Learning (ML). ML dapat didefinisikan sebagai bidang studi yang memungkinan mesin untuk belajar tanpa diprogram secara eksplisit. ML melewati proses pelatihan sehingga tidak membutuhkan pemrograman khusus dalam menyelesaikan masalah.

Subbidang berikutnya di AI adalah Natural Language Processing (NLP) yang membantu mesin untuk berkomunikasi dengan manusia menggunakan bahasa mereka sendiri dan mengukur tugas terkait bahasa lain. NLP memungkinkan mesin untuk membaca teks, memahami ujaran lisan, serta menginterpretasikannya sekaligus menentukan bagian mana yang penting. 

Lalu ada Computer Vision yang berfokus dalam meningkatkan mesin pengenalan secara berkala dan terus menerus. Ia dapat menganalisis objek yang tertangkap gambar dan menentukan tindakan apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Selanjutnya, ada autonomous vehicles atau kendaraan otonomos yang memperoleh data berdasarkan situasi dan kondisi lingkungan di sekitarnya, lalu meneruskannya ke intelligent agent (Mohammed, 2019).

Sifat AI

Sifat pertama AI adalah mampu memprediksi dan beradaptasi. AI menggunakan algoritma untuk mendapatkan pola dari informasi dalam volume besar. Kedua, AI mampu mengambil keputusan sendiri. Salah satu sifat keunggulan AI adalah kemampuannya untuk terus belajar karena AI menggunakan algoritma untuk mengonstruksi model analitik.

Melalui algoritma tersebut, AI menemukan cara melakukan tugas melalui berbagai uji coba yang dilakukan berulang kali. Dengan demikian, AI adalah alat yang membantu manusia untuk mempertimbangkan cara menganalisis data, mengintegrasikan informasi serta memanfaatkan wawasan tersebut untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik (Mohammed, 2019).

Kesimpulan

AI adalah teknologi yang diciptakan dengan kecerdasan yang menyerupai kecerdasan manusia dan difungsikan dalam memudahkan segala aktivitas manusia. Sejatinya, AI merupakan sebuah payung besar dalam teknologi komputer yang mencakup berbagai tipe dan juga sifat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan manusia. AI adalah mesin yang mempelajari cara kerja manusia yang terepresentasi dalam data yang tersedia.

Juga, AI mampu mengidentifikasi berbagai macam aktivitas yang terjadi di dunia ini dan membantu mereka untuk menentukan keputusan. Dengan demikian, AI merupakan teknologi yang berorientasi maju dan mampu bergerak serta menunjukkan persepsi. Ke depannya, AI diharapkan dapat berkembang secara maksimal dan memberikan manfaat seperti membantu memaksimalkan nilai sosial dan dapat membantu manusia dalam menemukan solusi yang tepat.

Referensi

Alaybeyi, et. al., Debunking Myhts and Misconceptions About Artificial Intelligence, 2019.

Austin, et. al., Hype Hurts: Steering Clear of Dangerous AI Myhts, 2017.

Boucher, Philip, Artificial Intelligence: How does it work, why does it matter, and what can we do about it?, European Parliament Research Service (EPRS), 2020. 

Mohammed, Ziyad, Artificial Intelligence Definition, Ethics, and Standards, The British University in Egypt, 2019.

 

Penulis: Santi Hapsari

Editor: M. Wahyu Hidayat, Harumi Nimas